festival cap go meh singkawang

Ini 5 Hal Unik di Festival Cap Go Meh Singkawang 2019

Puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh yaitu Festival Cap Go Meh 2019 di Singkawang, Selasa 19 Februari 2019 berlangsung meriah. Event yang masuk 100 Calender of Events Wonderful 2019 menampilkan atraksi pawai tatung, 12 replika naga, barongsai, replika 3 dewa dan banyak atraksi lainnya.

Menteri Pariwisata Bapak Arief Yahya bersama Ketua Tim Calendar of Event 2019 Kementerian Pariwisata Ibu Esthy Reko Astuty turut hadir menyaksikan festival ini. “Saya hadir di Singkawang mewakili Presiden Joko Widodo. Atas instruksi beliau. Karena awalnya Presiden yang akan hadir. Festival Cap Go Meh di Singkawang sangat meriah. Kita berharap event akbar ini mampu mensejahterakan masyarakat. Selain itu, atraksi di Singkawang juga bisa menjadi tingkat dunia,” papar Menpar.

Ada yang berbeda dari Festival Cap Go Meh di Singkawang kali ini. Apa saja? ini dia informasinya :

1. Pawai diikuti 1060 orang Tatung (orang sebagai media untuk dirasuki roh leluhur)

Jika tahun lalu jumlah Tatung yang mengikuti pawai sebanyak 1038 orang, tahun 2019 meningkat menjadi sebanyak 1060 orang. Mereka berjalan beriring-iringan melewati jalur yang sudah ditentukan. Ada yang berada di atas tandu, ada juga yang memilih berjalan kaki. Tatung wanita dan anak kecil juga ikut menambah serunya acara. Para Tatung memperlihatkan kekebalan tubuh mereka terhadap benda tajam seperti pedang, parang, besi tajam dan lain-lain.

2. Sepasang replika singa raksasa mendapat Rekor MURI
Sepasang replika singa raksasa setinggi 8,88 meter yang dipasang di Stadion Kridasana Singkawang mendapatkan Rekor MURI. Menariknya lagi, replika singa raksasa ini dibuat oleh seniman difabel kota Singkawang. Keren ya!

3. Penampilan replika 12 naga
Sebanyak 12 replika naga warna-warni persembahan Santo Yosep Singkawang Group tampil ciamik di Festival Cap Go Meh Singkawang. Setelah pawai selesai ke- 12 naga itu kemudian dibakar di Vihara Buddhayana (Cai Thong). Pembakaran naga-naga dengan ukuran 20 meter itu dilakukan sore harinya. Bagi masyarakat Tionghoa ritual pembakaran naga ini untuk mengembalikan arwah naga ke kahyangan dengan membawa hal-hal negatif atau roh-roh jahat.

4. Tatung bule
Salah satu pandangan yang tak biasa adalah hadirnya salah seorang Tatung yang berasal dari Australia. dengan wajah yang dihiasi piercing Tatung bule ini berjalan bersama Tatung lainnya sambil sesekali memperlihatkan lidahnya yang terbelah menjadi dua.

5. Reog Ponorogo
Tidak hanya Tatung keturunan Tionghoa dan Dayak yang tampil pada pawai tatung, kali ini juga hadir Reog Ponorogo yang merupakan kebudayaan khas Jawa Timur. Terlihat bahwa Singkawang mampu menjaga keberagaman budaya yang dimiliki. Menegaskan status Singkawang sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia.

Itu tadi 5 hal unik di Festival Cap Go Meh Singkawang 2019. Belum sempat menyaksikan Cap Go Meh di Singkawang. Bisa datang tahun depan.

View this post on Instagram

Perayaan Cap Go Meh di Singkawang Kalbar Dibanjiri Puluhan Ribu Wisatawan Singkawang, 19 Februari 2019— Acara puncak perayaan Cap Go Meh 2019 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dibanjiri lebih dari 70.000 wisatawan yang datang dari berbagai tempat untuk menyaksikan salah satu event andalan dalam 100 Calender of Events Wonderful Indonesia 2019 itu. . Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat membuka Festival Cap Go Meh 2019 di Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (19/2/2019), mengatakan festival ini diharapkan bisa memberikan dampak dari sisi nilai kreatif dan nilai komersial. . Selengkapnya kunjungi website resmi dan fanpage facebook kami ya #sobatwisata . . #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia #CapGoMeh #CapGoMehSingkawangFest2019

A post shared by Kementerian Pariwisata (@kemenpar) on

Salam Pesona Indonesia, Wonderful
Salam GenPI, gasss!
Pasti ke Singkawang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *